Gusi Nyeri, Bengkak dan Mudah Berdarah? Mungkin Kamu Radang Gusi / Gingivitis!

Gusi Nyeri, Bengkak dan Mudah Berdarah? Mungkin Kamu Radang Gusi / Gingivitis!

Masalah pada mulut tidak hanya terbatas pada masalah gigi saja, kadang juga menyerang area lainnya, seperti gusi. Radang Gusi pada tahap awal disebut dengan gingivitis dengan ditandai adanya kemerahan pada area gusi. Tahap selanjutnya disebut dengan periodontitis, di mana pada tahap ini gusi tidak hanya berwarna kemerahan namun biasanya disertai adanya perdarahan spontan dan juga kerusakan pada jaringan pendukung gigi lainnya. Kerusakan pada jaringan pendukung seringkali dapat mengakibatkan kondisi gigi menjadi goyang.

Bahkan, menurut American Dental Association, gingivitis dan periodontitis menjadi penyebab utama hilangnya gigi pada orang dewasa. Kenali lebih lanjut apa itu radang gusi, faktor penyebab, gejala, dan cara mengatasinya dalam artikel berikut!

Apa itu Radang Gusi?

Radang gusi adalah kondisi di mana terjadinya inflamasi atau peradangan pada jaringan gingiva. Biasanya paling sering disebabkan oleh plak dan infeksi bakteri. Beberapa bakteri yang menyebabkan gingivitis ataupun periodontitis adalah Porphyromonas GingivalisTreponema Denticola, Tannerella Forsythia, dan Fusobacterium Nucleatum .

Gingivitis termasuk ke dalam linear awal dari penyakit gusi, apabila tidak segera diobati, gingivitis ini akan menjadi infeksi yang lebih serius yang dikenal sebagai periodontitis (penyakit gusi yang lebih parah yang bisa mengakibatkan pengeroposan tulang). Penyakit ini berkembang ketika bakteri, plak, dan karang gigi menumpuk di gigi sehingga menyebabkan gusi merah, bengkak, bahkan berdarah.

Gejala-Gejala Awal Radang Gusi

Jaringan gingiva yang sehat akan tampak merah muda dan berpigmen, kencang, dan tanda-tanda kemerahan. Pada beberapa kasus, penderita radang gusi mungkin tidak menyadari adanya gejala peradangan karena gingivitis awal bisa jadi muncul tanpa gejala tertentu. Namun, seiring berjalannya waktu, gejala akan semakin terasa. Gejala umum dari penyakit radang gusi atau gingivitis ini meliputi:

  • Gusi bengkak, kemerahan, dan terasa nyeri/sakit
  • Rasa nyeri makin intens saat melakukan aktivitas, seperti mengunyah, menggigit, dan berbicara
  • Gusi mudah berdarah, terutama saat sedang menyikat gigi atau menggunakan flossing
  • Bau mulut terasa lebih tajam, bahkan mirip bau logam
  • Gusi menyusut dan terasa lebih lunak
  • Gigi tiruan atau gigi palsu terasa tidak pas lagi

Apa yang Terjadi Apabila Radang Gusi Dibiarkan?

Gingivitis atau radang gusi bukanlah permasalahan yang bisa disepelekan, karena jika tidak segera diobati akan menyebabkan berbagai risiko penyakit komplikasi lainnya, seperti:

Iritasi

Penyakit radang gusi ini bisa menyebabkan iritasi, kemerahan, pembengkakan, dan pendarahan pada area gingiva (bagian gusi di sekitar pangkal gusi). Iritasi merupakan komplikasi awal yang masih bisa diobati dengan mudah jika Anda segera mengatasi masalah tersebut dan menemui dokter gigi.

Ulkus

Secara umum, gingivitis tahap awal tidak langsung menyebabkan ulkus. Namun, pada perkembangan dari gingivitis yang tidak diobati, yang disebut Necrotizing Ulcerative Gingivitis (NUG) atau trench mouth dapat menyebabkan ulkus. Kondisi ini mirip seperti luka tercabik dan lecet yang muncul pada tepi gusi.

Periodontitis

Gingivitis terkadang hilang dengan sendirinya. Namun, bisa juga berlangsung lama, menyebar, lalu berkembang menjadi periodontitis. Ini merupakan komplikasi lanjutan dari radang gusi yang tidak diobati. Penyakit atau infeksi gusi yang satu ini terbilang cukup serius, dapat merusak gusi dan menghancurkan tulang rahang.

Abses Gusi

Gingivitis yang dibiarkan tanpa perawatan dan tindakan lanjutan, dapat menjadi salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap perkembangan abses gigi.

Gingivitis Berulang

Yang dimaksud dengan gingivitis berulang adalah kondisi peradangan gusi yang terjadi secara terus menerus atau kambuh kembali setelah pengobatan. Hal ini dapat terjadi karena penanganan gingivitis yang tidak tuntas, sehingga memicu penyakit yang sama terjadi secara berulang.

Faktor Penyebab Radang Gusi

Penyebab paling umum dari radang gusi atau gingivitis ini adalah buruknya kebersihan mulut yang menyebabkan plak dan bakteri menumpuk. Berikut beberapa faktor penyebab gingivitis.

Plak dan Karang Gigi

Plak dan karang gigi yang terus terbentuk di permukaan gigi dan terus meluas hingga garis gusi dapat menyebabkan infeksi dan iritasi pada gingiva. Inilah yang menjadi titik awal munculnya peradangan gusi atau gingiva.

Kekurangan Vitamin-C

Gingivitis juga dapat terjadi karena kekurangan vitamin C. Vitamin C atau yang dikenal sebagai asam askorbat memiliki banyak manfaat untuk kesehatan gigi dan gusi. Kolagen terkandung dalam vitamin C membantu memperkuat dan memelihara kesehatan jaringan gusi. Kekurangan vitamin C membuat gusi mudah berdarah hingga bibir dan mulut kering.

Hormonal

Perubahan hormonal, seperti pada fase menstruasi, kehamilan, dan menopause dapat menyebabkan gingivitis. Misalnya, ketika perempuan mengalami menstruasi di mana fluktuasi hormon estrogen dan progesteron yang memengaruhi aliran darah ke gusi, sehingga gusi mereka akan menjadi lebih sensitif, bengkak, dan mudah berdarah. Atau mungkin pada ibu hamil, di mana produksi hormon progesteron meningkat yang juga dapat meningkatkan risiko gingivitis kehamilan.

Riwayat Penyakit Tertentu

Beberapa kondisi medis sistemik tertentu, seperti diabetes, HIV/AIDS, kanker, dan penyakit lainnya bisa menyebabkan penyakit gusi. Mereka lebih rentan untuk terkena sindrom mulut kering serta peradangan gusi karena memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan adanya perubahan kondisi mulut, sehingga lebih sulit melawan infeksi dan menyembuhkan luka.

Pencegahan Radang Gusi

Hanya dengan beberapa perubahan gaya hidup dan kebiasaan baik berikut, Anda bisa mencegah penyakit radang gusi yang mengganggu. Di bawah ini adalah cara mudah untuk mengurangi risiko terkena radang gusi:

Membersihkan Gigi dengan Benar

Kebersihan mulut yang baik dapat membantu mencegah radang gusi. Terapkan kebiasaan menggosok dan membersihkan gigi dengan benar, minimal 2 kali sehari selama setidaknya 2 menit, di pagi dan malam hari sebelum tidur. Pastikan untuk memilih pasta gigi yang tepat untuk radang gusi, misalnya pasta gigi khusus parodontax, pasta gigi yang mengandung NPM-8 (memiliki biokompatibilitas yang baik dan aman digunakan sehari-hari).

Gunakan Benang Gigi

Ketika plak dan sisa makanan tertinggal di sela-sela gigi dan tidak segera dibersihkan, dapat membuat bakteri berkembang biak merusak jaringan gusi. Benang gigi berfungsi untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak bisa dijangkau dengan sikat gigi biasa. Flossing secara rutin minimal sehari sekali dapat mencegah peradangan dan pendarahan gusi.

Perhatikan Pola Makan Seimbang

Hindari asupan tinggi gula dan lemak jenuh karena dapat menyebabkan peningkatan risiko radang gusi. Sebaliknya, perbanyak konsumsi makanan bergizi, rendah gula, tinggi serat, dan kaya akan vitamin, nutrisi, serta kalsium, seperti sayur-mayur dan buah-buahan yang dapat mengurangi risiko penyakit gingivitis.

Kunjungi Dokter Gigi secara Berkala

Kunjungan rutin ke klinik gigi setidaknya setahun dua kali dapat mengurangi risiko gingivitis. Dokter mungkin akan mengontrol plak dan karang gigi serta menyarankan pembersihan gigi secara berkala agar tidak berkembang menjadi gingivitis.

Solusi Perawatan Radang Gusi/Gingivitis

Perawatan radang gusi/gingivitis bergantung pada tingkat keparahannya. Tujuan utamanya adalah untuk mengendalikan infeksi dan memulihkan kesehatan gigi dan gusi. Berikut beberapa cara efektif untuk mengatasi radang gusi.

Scaling

Scaling adalah proses pembersihan plak dan tartar yang menempel pada garis gigi dan gusi. Ini merupakan prosedur pembersihan gigi yang umum dilakukan, bedanya gingivitis, pembersihan dilakukan hingga menjangkau area lebih dalam di bawah gusi. 

Root Planing

Hampir sama dengan scaling, treatment ini sama-sama membersihkan plak dan tartar yang menempel pada gigi dan gusi. Hanya saja, pada prosedur root planing semua plak dan kotoran gigi dihilangkan dari permukaan akar. Tujuan utamanya adalah mengembalikan kesehatan gingiva dengan menghilangkan elemen yang menyebabkan inflamasi atau peradangan.

Obat Kumur Antimikroba

Cara mengatasi gingivitis selanjutnya adalah menggunakan obat kumur antimikroba. Bahan aktif yang terdapat dalam obat kumur ini bisa mencegah dan membunuh bakteri penyebab gingivitis. Umumnya bisa membantu Anda mengurangi gejala, seperti bengkak, kemerahan, dan perdarahan.