Panduan Mengatasi Sakit Gigi pada Anak

Panduan Mengatasi Sakit Gigi pada Anak

Pernahkah Si Kecil mengeluh giginya sakit? Jangan tunggu berhari-hari dan membiarkannya berlarut-larut merasakan sakit. Segera atasi sakit gigi pada anak agar mendapatkan penanganan yang benar. Jika kondisi tidak memungkinkan untuk segera ke dokter gigi, parents bisa melakukan beberapa hal untuk meredakan sedikit rasa sakitnya.

Sebelum mengetahui cara mengatasi sakit gigi pada anak, parents juga perlu mengetahui penyebab dan bagaimana mencegahnya agar tidak terulang kondisi yang sama di kemudian hari. 

Kenali Penyebab Permasalahan Gigi pada Anak

Sakit gigi dan masalah gigi lainnya yang terjadi pada anak dapat disebabkan oleh beberapa alasan. Berikut penyebab utama terjadinya permasalahan gigi pada anak:

Kurangnya Kebersihan Gigi Anak

Seringkali membujuk anak untuk menggosok gigi merupakan sebuah tantangan besar bagi orang tua. Padahal, sikat gigi adalah hal paling penting untuk memastikan mulut dan gigi dalam keadaan bersih, terhindar dari plak dan karang gigi. Kondisi kebersihan gigi dan mulut yang kotor menjadi penyebab paling sering terjadinya sakit gigi pada anak.

Erupsi Gigi

Saat gigi susu anak mulai tumbuh, mereka pasti akan merasa tidak nyaman dan rewel, bahkan cenderung merasakan nyeri di area gigi yang akan tumbuh. Namun, tidak perlu khawatir karena jenis sakit gigi ini akan mereda dengan sendirinya setelah beberapa hari. Fase ini umumnya terjadi pada saat anak berusia 6 bulan hingga 3 tahun untuk pertumbuhan gigi susu. Kemudian berlanjut untuk pergantian gigi susu menjadi gigi tetap di kisaran usia 6-12 tahun. Saat erupsi gigi bisa menurunkan napsu makan anak dan meningkatnya produksi air liur.

Gigi Berlubang

Penyebab utama sakit gigi pada anak adalah gigi berlubang. Rasa sakit pada gigi akan semakin terasa jika lubang pada gigi semakin melebar. Gigi berlubang terjadi karena kebersihan mulut yang kurang terjaga, bakteri dari sisa makanan membentuk plak dan karang gigi yang lama kelamaan mengakibatkan karies gigi. 

Infeksi

Gigi atau gusi yang terinfeksi bisa menjadi salah satu penyebab sakit gigi anak. Hal ini terjadi karena bakteri pada gigi dan mulut telah mencapai rongga pulpa gigi, di mana terdapat saraf gigi. Jika tidak segera diatasi, saraf gigi akan mati (nonvital) dan akan menimbulkan masalah gigi yang lebih berkelanjutan berupa kantong infeksi atau abses gusi yang menciptakan rasa sakit lebih besar pada anak.

Pertolongan Pertama Mengatasi Sakit Gigi Anak di Rumah

Sakit gigi seharusnya tidak dibiarkan merusak hari-hari ceria Si Kecil. Jika parents tidak bisa segera mengunjungi dokter gigi anak, cobalah untuk melakukan pengobatan rumahan berikut ini untuk meredakan sakit gigi anak sementara.

Berkumur dengan Air Garam Hangat

Ini adalah langkah atau pertolongan pertama yang cukup mudah karena semua bahan yang diperlukan pasti ada di rumah. Siapkan satu buah cangkir atau gelas kecil, tuangkan air hangat dan masukkan 1 sdt garam ke dalamnya. Kemudian ajak Si Kecil untuk berkumur dengan air garam hangat tersebut. Ini merupakan pengobatan lini pertama yang efektif karena garam dapat membunuh bakteri dan air hangat bisa meredakan rasa tidak nyaman serta mengurangi pembengkakan pada gusi.

Kompres dengan Air Dingin

Selanjutnya, hal yang bisa dilakukan di rumah untuk mengatasi sakit gigi anak adalah kompres dengan air dingin selama 20 menit, ulangi setiap beberapa jam. Letakkan kompres dingin ke pipi anak di dekat area gigi yang tumbuh atau masukan air dingin dalam mulut dan biarkan selama 1 menit (jangan ditelan) agar meredakan gusi yang sedang tumbuh gigi. Kompres dingin akan membantu meredakan nyeri dan menyempitkan pembuluh darah sehingga bisa mengurangi rasa sakit tumbuh gigi.

Bawang Putih

Mungkin akan sulit bagi anak untuk menahan bau bawang putih yang menyengat, namun jika ini adalah cara alami yang bisa dilakukan untuk mengobati sakit gigi, mengapa tidak dicoba? Senyawa antibakteri (allium) yang terkandung dalam bawang putih cukup kuat untuk membunuh bakteri berbahaya yang ada pada gigi. 

Parents hanya perlu menyiapkan satu siung bawang putih, hancurkan hingga halus kemudian campur dengan sedikit air agar bentuknya mirip seperti pasta. Lalu, oleskan dengan kapas ke area gigi dan gusi yang sakit, diamkan selama sekitar 10 menit.

Teh Peppermint

Teh peppermint adalah pereda nyeri yang ampuh karena mengandung mentol dan asam askorbat untuk meredakan peradangan gusi, meredakan sakit gigi, dan mengurangi bakteri. Parents bisa memilih dua cara pengobatan dari teh peppermint. Yang pertama, masukkan kantong teh peppermint ke dalam freezer selama beberapa menit, lalu letakkan ke area gigi yang terasa nyeri. Atau Moms bisa melakukan cara kedua, menyeduh teh peppermint dalam air panas sekitar 20 menit, lalu ajak anak untuk berkumur kumur dengan seduhan teh tersebut.

Minyak Cengkeh

Minyak cengkeh mengandung eugenol yang akan menyerap ke gusi dan membantu mengurangi rasa nyeri. Sifat antiradang dan antibakteri mampu meredakan rasa sakit dan membunuh bakteri. Lalu, bagaimana cara penggunaannya? Parents cukup menggunakan kapas yang sudah ditetesi 1-2 tetes minyak cengkeh, kemudian oleskan pada bagian gigi dan gusi yang sakit. Pastikan agar anak tidak sampai menelan minyak cengkehnya.

Berikan Obat Anti Nyeri

Pemberian obat anti nyeri bisa dilakukan untuk mengatasi rasa nyeri gigi. Berikan obat anti nyeri yang aman dengan dosis yang pas untuk anak-anak, misalnya ibuprofen dan asetaminofen untuk membantu meredakan nyeri.

Langkah-langkah yang telah disebutkan di atas hanya untuk meredakan rasa nyeri gigi sementara, tetap lakukan kunjungan ke Dokter Gigi Spesialis Anak segera untuk penanganan masalah gigi dan gusi lebih lanjut.

Pencegahan Permasalahan Gigi Pada Anak

Seperti kata pepatah, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah permasalahan gigi pada anak.

  • Terapkan kebiasaan menggosok dan membersihkan gigi pada anak, minimal 2 kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.
  • Perbanyak konsumsi air putih dan makan makanan yang mengandung nutrisi baik untuk gigi, seperti mengandung tinggi kalsium dan vitamin D.
  • Kurangi konsumsi makanan dan minuman manis, seperti permen, gula, dll. 
  • Jangan biarkan anak tertidur dalam keadaan sedang menyusu karena susu yang tertinggal pada mulut bisa menyebabkan karies.
  • Melakukan pemeriksaan ke dokter gigi secara rutin 4-6 bulan sekali.

Perawatan Gigi di Klinik Gigi Spesialis Anak

Untuk mengatasi sakit gigi secara tuntas, parents bisa melakukan perawatan gigi di klinik gigi spesialis anak. Dokter mungkin akan menyarankan beberapa perawatan yang tepat untuk mengatasi sakit gigi anak, misalnya.

Pembersihan Gigi (Scaling)

Salah satu penyebab gigi berlubang adalah penumpukan plak dan tartar. Melakukan treatment pembersihan gigi akan sangat membantu menjaga kebersihan gigi anak dan menghilangkan plak yang menumpuk. Plak yang menumpuk bisa menjadi ‘rumah’ bakteri yang bisa menyebabkan gigi lubang atau radang gusi.

Dental Filling

Dental filling dikenal juga dengan tambal gigi, ini merupakan prosedur penambalan pada lubang gigi dengan menggunakan bahan komposit atau semen glass ionomer. Perawatan ini tergolong cukup umum untuk anak-anak. Sebab, gigi mereka rentan mengalami pembusukan akibat sering mengonsumsi makanan manis. Jika sakit gigi pada anak diakibatkan oleh gigi yang membusuk dan berlubang, maka perawatan yang mungkin akan disarankan oleh Dokter Gigi Anak adalah dental filling.

Perawatan Saluran Akar Gigi (Root Canal Treatment)

Prosedur perawatan saluran akar gigi dilakukan sebagai perawatan jika lubang gigi sudah mencapai ke dalam rongga pulpa (saraf gigi). Perawatan ini memerlukan beberapa kali kunjungan (minimal 2-3 kali kunjungan) sebelum akhirnya dilakukan penambalan gigi atau restorasi gigi berupa crown gigi anak jika kerusakan mahkota gigi luas.

Cabut Gigi

Gigi anak yang mengalami kerusakan parah, mungkin memerlukan penanganan yang lebih berkelanjutan. Dokter gigi anak akan menyarankan pencabutan gigi jika gigi tersebut sudah tidak mungkin dilakukan restorasi, contohnya kondisi tinggal akar gigi. Prosedur ini dilakukan untuk mencegah kerusakan gigi anak yang semakin meluas dan menjalar ke bagian lainnya.